Khutbah Jum'at 5 September 2014
Masjid Miftahul Iman Rejo binangun
Oleh Bapak Sutarman
Masjid Miftahul Iman Rejo binangun
Oleh Bapak Sutarman
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَاكِرِيْنَ ، وَأُثْنِيْ عَلَيْهِ
سُبْحَانَهُ ثَنَاءَ المُنِيْبِيْنَ اَلذَّاكِرِيْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِلَهَ الْأَوَّلِيْنَ
وَالآخِرِيْنَ وَقُيُوْمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِيْنَ وَخَالِقِ الخَلْقِ
أَجْمَعِيْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُهُ
وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ وَمُبَلِّغِ النَّاسَ شَرْعَهُ ؛
فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ .
أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ
تَعَالَى ، اِتَّقُوْا اللهَ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ
وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرٍ أُمُوْرٍ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ .
Hadirin sidang jum'at yang dimulyakan Alloh SWT....
Allah Ta’ala
telah memberikan kepada kita semua kebaikan hati dan kekuatan pikiran, sehingga kita harus selalu berhati-hati dari kelalaian, dan ketergelinciran , dan senantiasa berlindung kepada Allah dari keduanya.
Raghib al-Asfahani berkata: goflah adalah kealpaan yang menjangkiti
seorang manusia disebabkan kurangnya kesadaran dan penjagaan.
Juga ada yang mengartikan : goflah adalah menuruti semua keinginan hawa nafsu.
Juga ada yang mengartikan : goflah adalah engkau meninggalkan
masjid, juga engkau menta’ati mufsid (perusak), dan ada yang mengartikan
: goflah adalah menghabiskan waktu dengan menganggur.
Telah diriwayatkan dari hadits Anas radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam
sering berdo’a : Ya Allah aku berlindung kepadamu dari kelemahan,
kemalasan, kekikiran, kepikunan, kekerasan hati, kelalaian, kehinaan dan
kemiskinan. (HR.Ibnu Majah). Ketahuilah rusaknya jiwa disebabkan hawa nafsu dan syahwat yang
menguasai, dan rusaknya hati disebabkan kelalaian dan kekerasan hati.
Allah Ta’ala berfirman :
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ
مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ.
Artinya : Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan
diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi
dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang
lalai.(QS.Al-A’raaf : 205).
Umair bin Habib Al-Khatmi radiyallahu ‘anhu berkata: Iman
itu bertambah dan berkurang, lalu ia ditanya : bagaimana iman bertambah
dan berkurang? Umair menjawab : jika kita mengingat Allah dan takut
kepadanya, ketika itulah iman bertambah, dan jika kita lalai dan lupa
maka ketika itulah iman berkurang.
Dan jika hati diberi gizi dengan dzikir, disiram dengan tafakkur,
dibersihkan dari sifat hasad, disucikan dengan kitab dan sunnah, dan ia
mengetahui tauhid yang murni dari campuran kesyirikan, bid’ah dan
khurafat, ia akan terjaga dari kelalaian dan akan bangkit dari
ketergelinciran. Adapun orang yang dikuasai oleh kelalaiannya, maka akan besar
penyesalannya, dan barangsiapa yang panjang tidurnya, maka akan lama
kesedihannya. Barangsiapa yang lupa sesuatu yang seharusnya diingat, berarti ia
telah menyia-nyiakan kesempatan, dan barangsiapa yang lebih mengutamakan
menganggur di musim keberuntungan dan meninggalkan menanam di waktu
penaburan benih, berjalan lambat di waktu perlombaan, serta malas
melangkah di lapangan pertandingan, maka sungguh ia akan terhalang dari
kebaikan dan akan dihina karena kemalasan.
Hawa nafsu memang selalu mengajak kepada hal-hal yang dilarang, dan selalu menghalangi dari keta’atan. Maka barangsiapa yang lalai dari meluruskan kebengkokannya, dan dari
memperbaiki jalannya, maka ia akan dikalahkan oleh kecurangannya dan
akan tertipu oleh rayuannya.
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”
Orang-orang yang lalai selalu lupa dan berleha-leha, dan mereka
selalu berpaling dari kebaikan yang diinginkan untuk mereka, mereka
tidak mendatangi shalat kecuali dalam keadaan bermalas-malasan, mereka
merasa berat mengerjakannya, dan mengakhirkannya dari waktunya, mereka
juga tidak melakukannya dengan berjamaah, beginilah keadaan mereka dalam
masalah shalat, padahal shalat adalah amalan yang paling mulia, yang
paling utama dan yang paling baik.
Mereka memboikot Alquran, ingin dilihat dan dipuji oleh manusia, dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit. Mereka berpaling dari majlis-majlis dzikir, majlis ilmu, majlis
nasihat dan kebaikan, sebaliknya mereka bersegera menuju majlis senda
gurau dan permainan, serta tempat-tempat nyanyian, musik, joget, porno,
dan keji. Mereka juga berlomba-lomba menuju tempat-tempat kemungkaran, tempat
fitnah dan kelalaian, mereka juga berlindung ke tempat-tempat yang
memamerkan hal yang diharamkan, serta tempat-tempat yang menghidangkan
minuman keras dan memabukkan, yang menjual obat terlarang yang dapat
membusukkan mulut dan membakar darah, serta merusak pikiran, serta
membuat lupa ingatan, juga menjadikan sakit orang yang sehat dan
menjadikan hina seorang yang mulia.
Wahai engkau yang lalai sadarlah sebelum kalian mati
Sebelum dipegang kaki dan ubun-ubun
Semua manusia esok akan berdiri
Mereka tidak berkata-kata bukan karena bisu dan tuli
Semua makhluk sibuk dan padang mahsyar mengumpulkan mereka
Allah akan bertanya kepada mereka tentang yang halal dan haram.
Telah dekat kepada manusia hari dihisab segala amalan mereka, sedang
mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). Tidak datang
kepada mereka suatu ayat Alquran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan
mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,
(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai.
Semoga kita semua terhindar dari sifat lalai dan melupakan Alloh SWT. amin.. amin.. ya Robbal alamin...
Demikian khutbah jum'at yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wallahul Muwafiq Ila Aqwamit Thoriq Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar