Ceramah Ba'da Magrib
Musola Al Amin Kartasari
Oleh Arif (Mahasiswa KKN STAIN Metro)
Segala puji hanya milik Allah Yang mempunyai segala apa yang ada di
langit maupun di bumi. Bagi-Nya segala pujian di dunia maupun di akherat
dan Dialah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Sesungguhnya manusia
diciptakan di alam kehidupan ini bertujuan untuk beramal, kemudian nanti
akan dibangkitkan di hari kiamat untuk dibalas berdasarkan apa yang
telah mereka amalkan. Maka manusia tidak diciptakan sia-sia, juga tidak
ditelantarkan begitu saja. Orang yang beruntung adalah orang yang telah
memberikan kebaikan untuk dirinya yang akan dia dapatkan simpanannya di
sisi Allah. Dan orang yang celaka adalah orang yang yang memberikan
kejelekan untuk dirinya yang akan mengakibatkan kesengsaraan.
Lihatlah
kepada amal-amalmu, dan mawas dirilah sebelum datang ajalmu, karena
kematian menandakan terputusnya amalan dan merupakan permulaan menuai
balasan. Kematian begitu dekat namun kalian tak mengetahui kapan
datangnya. Dan perhitungan amal sangat teliti namun kalian tak
mengetahui kapan saatnya. Rambut beruban telah memberikan tanda
peringatan akan kematian, maka bersiaplah menghadapinya. Kematian teman
karib seseorang menandakan dekatnya kematian dirinya.
Ingatlah
kematian, beramallah untuk menghadapi masa sesudahnya yang pasti kalian
akan datang menemuinya dan menetap di sana. Jangan sampai dilalaikan
dengan sesuatu yang kalian datangi tapi akan segara kalian tinggalkan.
Jangan tertipu dengan impian-impian panjang lalu menjadi lupa dengan
kedatangan ajal. Berapa banyak orang yang mendambakan sesuatu lalu tidak
bisa dia dapatkan. Berapa banyak orang yang hidup dalam waktu paginya
suatu hari, lalu tak menemui waktu sorenya; atau mengalami sorenya suatu
malam namun tak menemui paginya. Berapa banyak orang ketika datang
ajalnya berangan untuk ditunda beberapa saat lagi agar dia bisa
memperbaiki kesalahannya serta melakukan apa yang telah dia lupakan.
Maka dikatakan padanya : “Mustahil, apa yang kau harapkan telah berlalu,
kami telah memperingatkanmu sebelumnya dan kami telah ancam kamu bahwa
tidak ada waktu lagi untuk kembali”.
Allah berfirman (yang artinya) :
“Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu
melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian
maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian
dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada
salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa
Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang
menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang
saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian)
seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Munafiqun : 9-11)
Sebenarnya
seseorang itu terhenti amalnya tatkala datang kematiannya. Tetapi ada
beberapa amalan yang dilakukan pada saat hidupnya dan manfaatnya
terus-menerus dipakai, maka pahalanya akan terus mengalir kepada
pelakunya meskipun temponya berlangsung lama. Dan itu berbentuk segala
usaha kebaikan yang bisa bermanfaat bagi manusia ataupun binatang
ternak; seperti wakaf-wakaf untuk kebaikan, pohon-pohon berguna yang
berbuah, sumber-sumber air minum, membangun masjid-masjid dan madrasah,
anak keturunan yang shalih, mengajarkan ilmu bermanfaat dan mengarang
kitab-kitab yang berfaedah.
Di dalam As Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
Di dalam As Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Apabila
seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga
perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih
yang mendoakan kepadanya”.
Hadits ini menunjukkan terputusnya
amalan seseorang itu dengan kematiannya, dan waktu untuk beramal adalah
selama dia masih berada dalam kehidupannya. Maka wajib bagi seorang
muslim untuk berhati-hati dari sikap lalai dan membuang-buang waktu, dan
hendaklah bersegera melakukan ketaatan sebelum datang kematian, tidak
mengakhirkannya sampai waktu yang mungkin tidak bisa dia gapai.
Dalil-dalil yang menunjukkan perintah untuk berlomba-lomba dalam
kebaikan, bersegera dalam melakukan ketaatan dan bercepat-cepat untuk
melakukan amalan banyak, menandakan bahwa kalau tidak segera dikerjakan
hal itu akan luput dari tangan kita. Hadits tadi menunjukkan
dikecualikannya amalan kebaikan yang terus bisa dimanfaatkan setelah
meninggalnya orang yang melakukannya, tidak terputus dengan kematian
dia. Bahkan pahalanya akan terus mengalir selama bermanfaat meskipun
bisa bertahan sampai lama.
Perkara-perkara itu adalah :
Pertama : shadaqah jariyah
Para ulama telah menafsirinya dengan wakaf untuk kebaikan. Seperti mewakafkan tanah, masjid, madrasah, rumah hunian, kebun kurma, mushaf, kitab yang berguna, sumber-sumber air minum berupa sumur, bak, kran-kran minum dengan pendingin, dan lain sebagainya. Disini merupakan dalil disyariatkannya mewakafkan barang yang bermanfaat dan perintah untuk melakukannya, bahkan itu termasuk amalan yang paling mulia yang bisa dilakukan seseorang untuk kemuliaan dirinya di akhirat. Yang pertama ini bisa dilakukan oleh para ulama maupun orang awam.
Kedua : ilmu yang bermanfaat
Hal ini bisa dilakukan dengan cara seseorang mengajarkan ilmu kepada manusia perkara-perkara agama mereka. Ini khusus bagi para ulama yang menyebarkan ilmu dengan cara mengajar, mengarang dan menuliskannya. Orang yang awam juga bisa melakukannya dengan cara ikut serta di dalamnya berupa mencetak kitab-kitab yang bermanfaat atau membelinya lalu menyebarkannya atau mewakafkannya. Juga membeli mushaf lalu membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan atau meletakkannya di masjid-masjid. Hal ini menganjurkan kita untuk mempelajari ilmu dan mengajarkannya, menyiarkannya dan menyebarluaskan kitab-kitabnya agar bisa mengambil manfaat sebelum dan sesudah kematian dia.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara seseorang mengajarkan ilmu kepada manusia perkara-perkara agama mereka. Ini khusus bagi para ulama yang menyebarkan ilmu dengan cara mengajar, mengarang dan menuliskannya. Orang yang awam juga bisa melakukannya dengan cara ikut serta di dalamnya berupa mencetak kitab-kitab yang bermanfaat atau membelinya lalu menyebarkannya atau mewakafkannya. Juga membeli mushaf lalu membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan atau meletakkannya di masjid-masjid. Hal ini menganjurkan kita untuk mempelajari ilmu dan mengajarkannya, menyiarkannya dan menyebarluaskan kitab-kitabnya agar bisa mengambil manfaat sebelum dan sesudah kematian dia.
Manfaat ilmu
akan tetap ada selama di permukaan bumi ini masih ada seorang muslim
yang sampai kepadanya ilmu tersebut. Berapa banyak ulama yang meninggal
semenjak ratusan tahun yang lalu tetapi ilmunya masih ada dan
dimanfaatkan melalui kitab-kitab yang telah dikarangnya lalu dipakai
dari generasi ke generasi sesudahnya dengan perantara para muridnya
kemudian para pencari ilmu setelah mereka. Dan setiap kali kaum muslimin
menyebutkan nama dia, mereka selalu mendoakan kebaikan dan mendoakan
agar Allah merahmati dia. Ini adalah fadhilah dari Allah yang diberikan
kepada siapa saja yang dikehendaki. Berapa banyak generasi yang
diselamatkan Allah dari kesesatan dengan jasa seorang alim, maka alim
itu mendapatkan seperti pahala orang yang mengikutinya sampai hari
kiamat.
Ketiga : anak shalih
Anak shalih baik laki-laki maupun perempuan, anak kandung maupun cucu, akan terus mengalir kemanfaatan mereka untuk para orang tua berkat doa baik yang diterima Allah untuk ibu bapak mereka. Juga shadaqah yang dilakukan anak-anak shalih untuk orang tua, juga hajinya, bahkan doa yang diucapkan orang yang pernah mendapatkan kebaikan dari anak-anak tersebut. Seringkali orang yang mendapatkan kebaikan dari seseorang dia mengatakan : “Semoga Allah merahmati orang tuamu dan mengampuni mereka”.
Disini juga menunjukkan anjuran untuk menikah, dengan tujuan untuk mendapatkan anak yang shalih, dan melarang dari membenci banyaknya anak. Sebagian manusia kadang terpengaruh dengan propaganda-propaganda sesat sampai dia membenci banyaknya anak dan berusaha untuk membatasi kelahiran atau bahkan mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Ini dikarenakan kebodohan mereka terhadap ilmu agama dan ketidaktahuan mereka tentang hasil yang akan didapatkan nanti, serta disebabkan karena lemahnya iman.
Dalam hadits tadi juga terdapat anjuran untuk mendidik anak agar menjadi shalih dan menumbuhkan mereka dalam ajaran Islam dan dalam keshalihan agar mereka menjadi generasi yang shalih buat orang tua mereka yang nantinya mendoakan kebaikan kepada mereka setelah meninggal. Dan terus menerus kebaikan pahala akan mengalir meskipun telah terputus amalan orang tua.
Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi jama'ah sekalian. amin...
Anak shalih baik laki-laki maupun perempuan, anak kandung maupun cucu, akan terus mengalir kemanfaatan mereka untuk para orang tua berkat doa baik yang diterima Allah untuk ibu bapak mereka. Juga shadaqah yang dilakukan anak-anak shalih untuk orang tua, juga hajinya, bahkan doa yang diucapkan orang yang pernah mendapatkan kebaikan dari anak-anak tersebut. Seringkali orang yang mendapatkan kebaikan dari seseorang dia mengatakan : “Semoga Allah merahmati orang tuamu dan mengampuni mereka”.
Disini juga menunjukkan anjuran untuk menikah, dengan tujuan untuk mendapatkan anak yang shalih, dan melarang dari membenci banyaknya anak. Sebagian manusia kadang terpengaruh dengan propaganda-propaganda sesat sampai dia membenci banyaknya anak dan berusaha untuk membatasi kelahiran atau bahkan mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Ini dikarenakan kebodohan mereka terhadap ilmu agama dan ketidaktahuan mereka tentang hasil yang akan didapatkan nanti, serta disebabkan karena lemahnya iman.
Dalam hadits tadi juga terdapat anjuran untuk mendidik anak agar menjadi shalih dan menumbuhkan mereka dalam ajaran Islam dan dalam keshalihan agar mereka menjadi generasi yang shalih buat orang tua mereka yang nantinya mendoakan kebaikan kepada mereka setelah meninggal. Dan terus menerus kebaikan pahala akan mengalir meskipun telah terputus amalan orang tua.
Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi jama'ah sekalian. amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar